Banduan Yang Bijak
Ada seorang lelaki dari Pondok Agama Nyalas 9, Melaka, menulis surat ke anaknya yang ada dipenjara Bandar Terentang yang dikatakan terlibat dalam (Gerakan Melaka Merdeka).
Bunyinya: “Hasan, ayahmu ini sudah tua, sekarang sedang musim tanam jagung, dan kamu ditahan di penjara pula, siapa yang mau bantu ayah mencangkul kebun jagung ini?”
Eh, anaknya membalas surat itu beberapa minggu kemudian. “Jangan cangkul tanah kebun tersebut, saya ada tanam senjata di sana,” kata si anak dalam surat itu.
Rupanya surat itu ditapis oleh pihak tahanan, maka keesokan harinya setelah si bapak terima surat, datang satu batalion tentera dari kota Melaka.
Tanpa banyak bicara mereka segera ke kebun tersebut dan sibuk seharian mencangkul tanah di kebun tersebut. Setelah mereka pergi, kembali si ayah menulis surat ke anaknya.
“Hasan, setelah ayah menerima suratmu, datang satu batalion tentera mencari senjata di kebun kita, namun tanpa hasil. Apa yang harus ayah lakukan sekarang?”
Si anak kembali membalas surat tersebut, “Sekarang ayah mulai tanam jagung saja, kan sudah dicangkul oleh tentera, dan jangan lupa ucapkan terima kasih pada mereka.”
Pihak penjara Bandar Terentang yang menapis surat itu langsung pingsan.
(Koleksi Pegawai KGSK)

|